Monday, October 22, 2012

A month ago...

A month ago, at September 22, 2012. I left Pekanbaru after almost nine months lived there. I should go back to Jakarta, my home. Leaving my best buddy there, leaving my second family there. Oh no... I wonder if pekanbaru and pamulang are close, just like pamulang-bsd, i wouldnt be like this, now, feel like missing something.
A month has passed, but all the memory in that town with the people still keep inside, here in my memory. Still. Clearly. Paus family, me miss you much :)
Share:

Tuesday, October 16, 2012

It's not the end. I know!

Sebelum aku menulis post ini, aku sudah memastikan bahwa keadaan hati serta emosiku sudah cukup stabil untuk menulis dan kembali pada hari itu.


Persis sebulan sudah berlalu...
Hari itu, Sabtu tanggal 15 September 2012, di gedung PKM UIN Susqa, Pekanbaru, Riau. Seharusnya menjadi hari besar bagiku. Pekan Olahraga Nasional (PON) pertamaku, saat yang aku tunggu, aku nanti2. Aku membawa team tuan rumah, Riau. Ya, singkat cerita, aku pindah dari Jabar, entah untuk sementara atau bagaimana. First, let me tell you, i'm here, in Riau is one of Allah miracle. Persis pada pertengahan tahun 2011 yang lalu aku sempet mengucap ke mama Amel, "ma aku mau rasain main PON". And now, here i am. Leaving my family, friends and my college to fight in PON Riau XVIII 2012.
Sekitar seminggu sebelum hariku bertanding, aku sudah merasa dapet banyaaaak banget kemudahan dari Allah. Subhanallah, itu semua bikin gue makin yakin. In the name of Allah. Hari itu datang. Pertandinga pertamaku, perempat final, aku ketemu sama kak fitri Sumbar lagi. Fyi, gue sekali menang sekali kalah lawan dia. Dan ini giliran gue menang. Pertandingan berjalan baik. Sampai tiba2 poinku pas nendang Dwihurigi ke kepala cuma keluar 3, padahal harusnya 4!!! Semua supporter sudah berteriak ke coach ku, so do i, aku udah ngacungin 4 jariku, tapi coachku mengabaikan, dan aku harus kembali fokus ke pertandingan.
Point kami saling susul menyusul, aku masih memimpin 4-3. Sampai ketika aku menendang Dwi chagi ke body, sistem sensor di body menyatakan itu point, keluar satu point, seharusnya wasit menambahkan satu point lagi, tapi... Tak ada yang melakukan protes, hanya para supperter saja yang sudah berteriak sangat kesal dari tribun, tapi coach tak kunjung sadar. Hasil akhir, aku kalah 6-5. Hanya selisih satu point. Dan aku kehilangan dua pointku. Miris...
Duniaku runtuh saat itu juga, ingin menangis tapi kelu. Tak lama selang setelah itu ada seorang wasit yang datang ke ruangan kami, mereka bilang "Coach tolong perhatikan kalau point ada yg belom keluar. Sheren itu tadi dua kali pointnya kurang, coach harus jeli, jangan sampe dirugiin lagi". Ah itu hanya bikin aku makin tertusuk.
Pertandingan hari itu selesai, sanim nico minta maaf. Sepertinya memang ada 'sesuatu' yang menghalanginya ketika mendampingiku bertanding saat itu. Coachnim pun cerita, pada saat itu dia sudah mengingatkan pelatih utama ku untuk angkat kartu, mengajukan protes. Tapi diabaikan. Aku semakin sadar, ada sesuatu diluar kuasaku yang tak bisa aku kendalikan. Aku dan kedua orangtuaku sudah full berdoa untuk keamanan dan kelancaranku, tapi ternyata kami lupa mendoakan perlindungan untuk team dan pelatih kami.
Tapi itu semua semakin membuatku sadar, ada hal-hal yang tidak bisa kita ulang kembali. Itu sudah terjadi, telah berlalu. Apalagi namanya kalau bukan Takdir Tuhan, jika kita semua sudah berusaha tapi hasilnya tetap tidak sesuai dengan keinginan kita? Apalagi kalau bukan takdir? Aku cuma bisa berusaha pasrah ikhlas tabah. Percaya bahwa Allah telah siapkan sesuatu yang lebih indah untukku dibalik ini semua. Walaupun jujur masih sering berputar semua kejadian hari itu di kepalaku. Sakit memang. Miris memang. But deep in my heart, I know that I WIN :)
Semuanya akan indah di akhir. Kalau ini belum indah, berarti ini bukanlah akhir.
Life must go on, and i'll keep moving forward.
Thanks Lord. Sukseskanlah aku di dunia dan akhiratmu dengan caramu
cause i always do believe in you and your faith. Amin
Share:

Monday, August 27, 2012

Sedikit lagi, tentang aku.

Seperti sebagaimana awal gue memulai menulis di blog ini, gw memulainya dengan menceritakan tentang gw dan hidup gw. Dan begitu seterusnya, karena blog ini memang hanya akan banyak berecerita tentang hari-hari yang gw jalani.

Cerita lain tentang sifat yang ada di dalam diri ini. Gw inget, dulu gw itu cewek yang keraaas banget. Bisa dibilang cuek. Cuek dalam hal, misalnya orang mau ngusik gue kayak apaaaa juga gue ngga bakalan peduli, mau difitnah ini itu apa kek, selama itu ngga ngerugiin gue pokoknya gue ga bakal peduli. Kuat, tangguh, ngga cengeng. Cool kaaan?

Tapi entah sejak kapan, sifat ini berubah! Dulu sih emang mama selaluuu bilang "Dek coba jangan terlalu cuek gitu, peduli sedikit sama sekitar. Kamu tuh terlalu cuek loooh." Sering banget mama ngomong gitu sampe gue juga lama-lama mikir, gimanaaaa coba caranya yaaa? -__-"

Ehhh tapi akhir-akhir ini gue sadarin. Gue sekarang malah jadi perasa banget looh. Super duper perasa. Sangat cengeng malah. Gue berubah jadi orang yang serba mikir dan serba make perasaan. Cengeng. And..... I HATE THIS! Gue baru sadar perubahaan ini akhir-akhir ini. Tersadar dan tau ini ngga bangeett!!!!!!!!!!!!! *sigh*

Sekarang gue mau memtuskan, mau jadi kayak dulu ajalah, nggamau lagi terlalu perasa gini juga. Rugi broooh.
Share:

Wednesday, August 22, 2012

Yes, i adore her!

Lagi iseng liat home facebook. Tiba-tiba ada new post seseorang, seseorang yang gue idolakan. Bahkan bisa dibilang gue iri, sangat iri dengan beliau dan kehidupannya. I knew her when i'm in senior high school. Ada guru mulok baru pelajaran tambahan English, Ms. Lilis Marliani. Dulu pertama kali beliau ngenalin diri dikelas, dia bilang nama kerennya Lilis Marlene hihi. Muda, cantik, stylish, smart and fun! Itu penilaian yang langsung muncul seketika di otak gue. Beberapa kali pertemuan ternyata makin terbukti. Miss Lilis tuh bukan  guru biasa deeeh, ngga sekedar ngajar ngasih nilai dan hal hal membosankan lain yang biasa dilakukan guru-guru pada umumnya. Ehem. Masih muda, kaya, pinter, cantik, stylish, aaaaaah she has everything!

Sangat amat pengen kayak dia. Ternyata dia suka travelling sendiri gitu, nabuuung, terus backpacking ke negara yang dia udah rencanain. Begituuu terus tiap dia udah ada waktu free. Enak banget kan yaaa?
Ternyataa, berdasarkan hasil pengkepoan gue, usut punya usut, Suami Miss Lilis itu dosen UI loooh! Dan anaknya pun  HI UGM kalau ngga salah. Ah, pasti hidupnya sempurnaa.

Mau ba-ng-et kayak dia! Sukses, pinter, cantik, punya suami kaya cerdas dan sukses, punya keluarga bahagia dan anak-anak pintar. Hmmmm.
Miss Lilis, orang yang selalu menumbuhkan kebebasan dalam berekspresi dan ngga monoton ke semua muridnya. Bikin kita terus dan terus menciptakan hal hal yang baru.

Aaaaaaa.... I wanna be like her, someday :D

Share:

Tuesday, August 21, 2012

Happy Ied 1433H :)

Yak! Idul Fitri tahun ini jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012. Walaupun kemaren pas awal puasa (as usual) NU sama Muhammadiyah beda nentuin awal puasanya, Alhamdulillah sekarang lebarannya bareng semua.

Ini Idul Fitri kedua ku, far away from home, far away from my family. Kalo 2010 dulu aku Lebaran di Korea, tahun ini aku lebaran di Pekanbaru, Riau. Yaa, karna 3 minggu lagi PON, KONI Riau ngga izinin atletnya keluar kota Pku. Libur pun cuma dari tanggal 18 siang dan 20 malem kita udah harus balik ke mess, dan tadi pagi udah mulai latian lagi. *prokprok*

Sangat ngga berasa mau lebarannya. Ngga ada masak ketupat, kue lebaran, parcel *fiuh*. Tapi pas latian pagi terakhir sempet salam2an seteam dan itu dia baru berasa lebaran. Nangis. Semuanya pada pulang kerumah, cuma kami berempat yang dari Jawa yang gabisa pulang kerumah. *nyes*. Aku rindu keluarga ku :') Ah tapi sudahlah, sudah biasa, toh emang ini tuntutan profesi :D
Libur dua setengah hari ini gue habiskan dirumah Paus. Just me, mama amel, odi dan bang boya. Ya, just four of us. Keluarga evan mudik ke medan semua. Hiks. Makin sepi.

Lebaran. Agak heboh gara2 odi sama bang boya santai bangettt! haha. Mesjid belakang rumah tampak sangat sepi (ragu bakalan ada shalat Ied / ngga). Akhirnya dengan usaha sedikit keras aku sama mama amel berhasil maksa odi dan bang boya shalat di tempat yang ramean aja. Jam 7 baru berangkat dari rumah! Hahaha. Selesai shalat salam2an terus nelfon mama papa kerumah. Ngobrol sama papa dan... yak aku nangis lagi. A bit longer now. Diam. Terisak. Papa cuma nenangin sedikit (seperti biasanya), mama baru deh menghibur, abis itu ngomong sama odi dikit malah ngeledekin aku ngeng-ngeng. Uh mereka sama2 seneng ledekin akuuu. Abis itu makan lontong kiriman tetangga2 sekitar dan masakan mama amel seadanya. Yak! Kembali sepi. Ngga berasa ada apa2 -__- Seharian cuma nonton makan tidur makan nonton hahaha apik sekali kaaan.

Tapi tetap dan akan selalu bersyukur. Terimakasih Ya Allah telah memberikanku kehidupan yang selalu baik dan bahagia. Semoga Ramadhan kemarin membawa kami menjadi yang lebih baik lagi. Amin. o:)
Share:

Saturday, August 11, 2012

Faktanyaa...

Faktanya...
Orang tua dan keluarga itu yang terbaik.
Mereka tempat kita kembali setelah nyasar kesana kemari ngga karuan keluar sana-sini mencari apa yang ngga jelas, padahal semua yang kita cari pasti pada akhirnya kita temuin di rumah.
Jalan keluar akan segala macem bentuk masalah ya juga pasti terselesaikannya dirumah, dengan saran dari mama papa.
Mau sedih jungkir balik kayak apapun, yang pada akhirnya bakalan selalu setia buat meluk dan hapus air mata kita ya mama papa.
Mau sesebel apa kita sama saran orang tua yang kadang sarannya terdengar menyebalkan, tapi pada akhirnya sadar sendiri, emang mereka yang bener.

Mama papa kakak, aku pergi meninggalkan rumah,
sementara, untuk berjuang demi kebanggan, senyum serta kebahagiaan yang kan ku bawa kembali pulang, ke rumah.
Tunggu aku dan kemenanganku.


With all my heart, love and soul,
Sheren 'yeyen' utari.-
Share:

Simple, tapi sadar ngga?

Kadang kita sering ngga sadar dengan hal-hal yang kita lakuin, dengan kata-kata yang terucap dari mulut kita, bahkan sikap yang kita berikan kepada orang-orang yang ada disekitar kita. Sederhana memang, tapi coba sadar, satu hal kecil bagi kita bisa saja berarti sangat besar bagi orang lain disekeliling kita tanpa kita sadari, yakan. Pernahkah anda menyadarinya? Contoh simplenya aja, kita bilang makasih sama orang yang udah nolong kita, walaupun cuma sekedar mengambilkan suatu barang misalnya, who knows, orang itu seneeeng banget denger ucapan makasih kita. Dia seneng, dia respect sama kita. Coba bayangin kalo sebaliknya, udah ditolongin ehtapi kita malah sombong atau angkuh nolak atau marahin orang itu, hish bayangin kayak apaaaa sakitnya orang yang udah nolong kita dengan ikhlas itukan. Kalo iya orang itu ikhlas ngga dendam, coba dendam, yang rugi siapa? Diri kita sendiri kan, padahal cuma berawal dari hal simple gitu ajaa...
Kadang kita suka ngga sadar, kesadaran kita termakan oleh egois, sombong atau gengsi. Hmmm malang sekali menurut saya orang yang begitu, yayayaa. Tapi ada loooh orang kayak gituu. Coba de buka mata hati kalian, lebih peka lagi sama sekitar, lebih peka lagi sama perasaan orang lain. Emang ada orang yang mau disakitin? Ada orang yang mau dibuat sedih? Ya engga kaaan. Nah cobaa, dari sekarang belajar hargain perasaan orang lain, belajar mengerti orang lain. Ok mungkin saat ini anda belom ngerasain efeknya, tapi dunia ngga pernah berenti berputar loooh, jangan sampai suatu hari anda yang merasakan ngga di hargai orang lain. Karma does still exist. Saya sudah merasakan asemnya karma, ngga enak, kapok! Hihi. So, jangan sampe kalian ngerasain karma yaa, ayo sadar dahulu sebelum jatoh.
 Salam damai, Muah!




Share: